Minggu, 11 Desember 2011

RASULULLAH SAW LEBIH KHAWATIR UMATNYA BERLOMBA-LOMBA DALAM URUSAN KEHIDUPAN DUNIA DARI PADA MUSYRIK

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا لَيْثٌ عَنْ يَزِيدَ بْنِ أَبِي حَبِيبٍ عَنْ أَبِي الْخَيْرِ عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ:
أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَرَجَ يَوْمًا فَصَلَّى عَلَى أَهْلِ أُحُدٍ صَلاَتَهُ عَلَى الْمَيِّتِ ثُمَّ انْصَرَفَ إِلَى الْمِنْبَرِ فَقَالَ إِنِّي فَرَطٌ لَكُمْ وَأَنَا شَهِيدٌ عَلَيْكُمْ وَإِنِّي وَاللهِ لَأَنْظُرُ إِلَى حَوْضِي الْآنَ وَإِنِّي قَدْ أُعْطِيتُ مَفَاتِيحَ خَزَائِنِ اْلأَرْضِ أَوْ مَفَاتِيحَ اْلأَرْضِ وَإِنِّي وَاللهِ مَا أَخَافُ عَلَيْكُمْ أَنْ تُشْرِكُوا بَعْدِي وَلَكِنْ أَخَافُ عَلَيْكُمْ أَنْ تَتَنَافَسُوا فِيهَا

30- (2296)
Telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa’id Telah menceritakan kepada kami Laits dari Yazid bin Abu Habib dari Abu Khair dari Uqbah bin ‘Amir Radhiyallahu’anhu :
Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah keluar untuk mendo’akan para syuhada perang Uhud, sebagaimana do’a yang beliau baca untuk orang yang meninggal. Setelah itu beliau kembali menuju mimbar dan bersabda: “Sesungguhnya aku orang pertama yang akan tiba di telagaku untuk menyaksikan kalian. Demi Allah sekarang aku benar-benar telah melihat telagaku dan aku diberi kunci-kunci kekayaan bumi. Demi Allah, sungguh aku tidak khawatir kalau kalian akan menjadi musyrik sepeninggalku, tetapi yang aku khawatirkan adalah bahwa kalian akan berlomba-lomba dalam urusan duniawi.”
(Shahih Muslim 2296-30)

و حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى حَدَّثَنَا وَهْبٌ يَعْنِي ابْنَ جَرِيرٍ حَدَّثَنَا أَبِي قَالَ سَمِعْتُ يَحْيَى بْنَ أَيُّوبَ يُحَدِّثُ عَنْ يَزِيدَ بْنِ أَبِي حَبِيبٍ عَنْ مَرْثَدٍ عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ:
قَالَ صَلَّى رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى قَتْلَى أُحُدٍ ثُمَّ صَعِدَ الْمِنْبَرَ كَالْمُوَدِّعِ لِلْأَحْيَاءِ وَالْأَمْوَاتِ فَقَالَ إِنِّي فَرَطُكُمْ عَلَى الْحَوْضِ وَإِنَّ عَرْضَهُ كَمَا بَيْنَ أَيْلَةَ إِلَى الْجُحْفَةِ إِنِّي لَسْتُ أَخْشَى عَلَيْكُمْ أَنْ تُشْرِكُوا بَعْدِي وَلَكِنِّي أَخْشَى عَلَيْكُمُ الدُّنْيَا أَنْ تَنَافَسُوا فِيهَا وَتَقْتَتِلُوا فَتَهْلِكُوا كَمَا هَلَكَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ قَالَ عُقْبَةُ فَكَانَتْ آخِرَ مَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى الْمِنْبَرِ

31- (2296)
Dan telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al Mutsanna Telah menceritakan kepada kami Wahab yaitu Ibnu Jarir Telah menceritakan kepada kami Bapakku dia berkata; Aku mendengar Yahya bin Ayyub bercerita dari Yazid bin Abu Habib dari Martsad dari ‘Uqbah bin ‘Amir Radhiyallahu’anhu , ia berkata:
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda mengenai para korban perang Uhud. Beliau naik ke mimbar seolah-olah memberi amanat kepada yang masih hidup dan yang telah syahid. Sabda beliau: Aku mendahului kalian ke telaga. Lebar telaga itu sejauh antara Ailah ke Juhfah. Aku tidak khawatir bahwa kalian akan kembali musyrik sepeninggalku. Tetapi yang aku takutkan ialah kamu terpengaruh oleh dunia. Kalian berlomba-lomba untuk mendapatkannya kemudian berbunuh-bunuhan, dan akhirnya kalian musnah seperti kemusnahan umat sebelum kalian.
Kata ‘Uqbah; Itulah yang terakhir kali aku melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berpidato di mimbar.
(Shahih Muslim 2296-30)


http://hadisbimo.blogspot.com

TELAGA RASULULLAH MUHAMAD SAW

حَدَّثَنِي أَحْمَدُ بْنُ عَبْدِ اللهِ بْنِ يُونُسَ حَدَّثَنَا زَائِدَةُ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْمَلِكِ بْنُ عُمَيْرٍ قَالَ: سَمِعْتُ جُنْدَبًا يَقُولُ:
سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ أَنَا فَرَطُكُمْ عَلَى الْحَوْضِ


25- (2289)
Telah menceritakan kepadaku Ahmad bin Abdullah bin Yunus Telah menceritakan kepada kami Zaidah Telah menceritakan kepada kami Abdul Malik bin Umair dia berkata;
Aku mendengar Jundab Radhiyallahu’anhu berkata; Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Aku mendahului kalian ke telaga.
(Shahih Muslim : 2289-25)


حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا وَكِيعٌ ح و حَدَّثَنَا أَبُو كُرَيْبٍ حَدَّثَنَا ابْنُ بِشْرٍ جَمِيعًا عَنْ مِسْعَرٍ ح و حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللهِ بْنُ مُعَاذٍ حَدَّثَنَا أَبِي ح و حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ قَالاَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ كِلاَهُمَا عَنْ عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ عُمَيْرٍ عَنْ جُنْدَبٍ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمِثْلِهِ


25-م- (2289)
Telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Abu Syaibah Telah menceritakan kepada kami Waki’ Demikian juga diriwayatkan dari jalur lainnya, Dan telah menceritakan kepada kami Abu Kuraib Telah menceritakan kepada kamiIbnu Basyar seluruhnya dari Mis’ar Demikian juga diriwayatkan dari jalur lainnya, Dan telah menceritakan kepada kami Ubaidullah bin Mu’adz Telah menceritakan kepada kami Bapakku Demikian juga diriwayatkan dari jalur lainnya, Dan telah menceritakan kepada kami Muhammd bin Al Mutsanna Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja’far keduanya Telah menceritakan kepada kami Syu’bah keduanya dari Abdul Malik bin ‘Umair dari Jundab dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam shallallahu ‘alaihi wasallam dengan Hadits yang serupa
(Shahih Muslim : 2289-25)


حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ يَعْنِي ابْنَ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْقَارِيَّ عَنْ أَبِي حَازِمٍ قَالَ سَمِعْتُ سَهْلاً يَقُولُ سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ أَنَا فَرَطُكُمْ عَلَى الْحَوْضِ مَنْ وَرَدَ شَرِبَ وَمَنْ شَرِبَ لَمْ يَظْمَأْ أَبَدًا وَلَيَرِدَنَّ عَلَيَّ أَقْوَامٌ أَعْرِفُهُمْ وَيَعْرِفُونِي ثُمَّ يُحَالُ بَيْنِي وَبَيْنَهُمْ قَالَ أَبُو حَازِمٍ فَسَمِعَ النُّعْمَانُ بْنُ أَبِي عَيَّاشٍ وَأَنَا أُحَدِّثُهُمْ هَذَا الْحَدِيثَ فَقَالَ هَكَذَا سَمِعْتَ سَهْلاً يَقُولُ قَالَ فَقُلْتُ نَعَمْ
قَالَ وَأَنَا أَشْهَدُ عَلَى أَبِي سَعِيدِ الْخُدْرِيِّ لَسَمِعْتُهُ يَزِيدُ فَيَقُولُ إِنَّهُمْ مِنِّي فَيُقَالُ إِنَّكَ لاَ تَدْرِي مَا عَمِلُوا بَعْدَكَ فَأَقُوْلُ سُحْقًا سُحْقًا لِمَنْ بَدَّلَ بَعْدِي
و حَدَّثَنَا هَارُونُ بْنُ سَعِيدِ اْلأَيْلِيُّ حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ أَخْبَرَنِي أُسَامَةُ عَنْ أَبِي حَازِمٍ عَنْ سَهْلٍ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَنِ النُّعْمَانِ بْنِ أَبِي عَيَّاشٍ عَنْ أَبِي سَعِيدِ الْخُدْرِيِّ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمِثْلِ حَدِيثِ يَعْقُوبَ

26- (2290)
Telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa’id Telah menceritakan kepada kami Ya’qub yaitu Ibnu Abdurrahman Al Qari dari Abu Hazim dia berkata;
Aku mendengar Sahal Radhiyallahu’anhu berkata; Aku mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
Aku mendahului kalian ke telaga. Siapa yang datang ke telaga itu, dia boleh minum, dan siapa yang minum, maka tidak akan haus selama-lamanya. Akan datang kepadaku orang banyak, yang aku mengenal mereka dan mereka juga mengenalku. Sesudah itu akan ada dinding yang membatasi antara aku dan mereka.
Abu Hazim berkata; Nu’man bin Abu ‘Ayyas mendengar aku menyampaikan Hadits ini, lalu ia berkata; Begitukah kamu mendengar Sahal mengatakannya? Aku menjawab; ‘Ya.’
Dia berkata lagi; aku pun bersaksi atas Abu Sa’id al khudri sungguh aku telah mendengarnya dia menambahkan, beliau bersabda: ‘Mereka itu adalah dari golongan umatku, lalu dikatakan kepada beliau; ‘Sesungguhnya kamu tidak tahu apa yang mereka lakukan sepeninggalmu. Maka aku bersabda: celakalah, celakalah orang yang merubah ajaranku sepeninggalku. Dan telah menceritakan kepada kami Harun bin Sa’id Al Aili Telah menceritakan kepada kami Ibnu Wahab Telah mengabarkan kepadaku Usamah dari Abu Hazim dari Sahal dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan dari Nu’man bin Abu ‘Ayyas dari Abu Sa’id Al Khudri dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam yang serupa dengan Hadits Ya’qub
(Shahih Muslim : 2289-26)


و حَدَّثَنَا دَاوُدُ بْنُ عَمْرٍو الضَّبِّيُّ حَدَّثَنَا نَافِعُ بْنُ عُمَرَ الْجُمَحِيُّ عَنِ ابْنِ أَبِي مُلَيْكَةَ قَالَ قَالَ عَبْدُ اللهِ بْنُ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَوْضِي مَسِيرَةُ شَهْرٍ وَزَوَايَاهُ سَوَاءٌ وَمَاؤُهُ أَبْيَضُ مِنَ الْوَرِقِ وَرِيحُهُ أَطْيَبُ مِنَ الْمِسْكِ وَكِيزَانُهُ كَنُجُومِ السَّمَاءِ فَمَنْ شَرِبَ مِنْهُ فَلاَ يَظْمَأُ بَعْدَهُ أَبَدًا

27- (2292)
Dan telah menceritakan kepada kami Daud bin Amru Adhubay Telah menceritakan kepada kami Nafi’ bin Umar Al Jumahi dari Ibnu Abu Mulaikah dia berkata;Abdullah bin Amru bin Ash Radhiyallahu’anhu berkata:
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Luas telagaku sejauh sebulan perjalanan. Setiap sisinya sama panjangnya. Airnya lebih putih dari perak, Baunya lebih harum dari kesturi. Gemerlapan cahayanya bagaikan sinar bintang di langit. Siapa yang minum dari telaga itu tidak akan haus selama-lamanya sesudah itu.”
(Shahih Muslim : 2289-27)


http://hadisbimo.blogspot.com

LUAS TELAGA RASULULLAH SAW

حَدَّثَنَا أَبُوْ بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَأَبُوْ كُرَيْبٍ وَابْنُ نُمَيْرٍ قَالُوْا حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ عَنِ اْلأَعْمَشِ عَنْ شَقِيقٍ عَنْ عَبْدِ اللهِ قَالَ:
قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَا فَرَطُكُمْ عَلَى الْحَوْضِ وَلَأُنَازِعَنَّ أَقْوَامًا ثُمَّ لَأُغْلَبَنَّ عَلَيْهِمْ فَأَقُولُ يَا رَبِّ أَصْحَابِي أَصْحَابِي فَيُقَالُ إِنَّكَ لاَ تَدْرِي مَا أَحْدَثُوا بَعْدَكَ

32- (2297)
Telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Abu Syaibah dan Abu Kuraib sertaIbnu Numair mereka berkata; Telah menceritakan kepada kami Abu Mu’awiyah dari Al A’masy dari Syaqiq dari ‘Abdullah Radhiyallahu’anhu berkata::
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:Aku mendahului kalian ke telaga. Dan sungguh aku akan melawan suatu kaum, kemudian aku mengalahkan mereka. Lalu aku akan berkata; ‘Ya Rabbku para pengikutku, para pengikutku. Lalu di katakan kepada beliau; ‘Sesungguhnya kamu tidak tahu apa yang mereka lakukan setelah kamu tiada.
(Shahih Muslim 2297-32)

حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللهِ بْنِ بَزِيعٍ حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي عَدِيٍّ عَنْ شُعْبَةَ عَنْ مَعْبَدِ بْنِ خَالِدٍ عَنْ حَارِثَةَ أَنَّهُ سَمِعَ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:
حَوْضُهُ مَا بَيْنَ صَنْعَاءَ وَالْمَدِينَةِ فَقَالَ لَهُ الْمُسْتَوْرِدُ أَلَمْ تَسْمَعْهُ قَالَ اْلأَوَانِي قَالَ لاَ فَقَالَ الْمُسْتَوْرِدُ تُرَى فِيهِ اْلآنِيَةُ مِثْلَ الْكَوَاكِبِ

33- (2298)
Telah menceritakan kepadaku Muhammad bin Abdullah bin Bazi’ Telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu ‘Adi dari Syu’bah dari Ma’bad bin Khalid dari Haritsah Radhiyallahu’anhu :
Bahwa dia mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: ‘Luas telaga beliau itu antara Shan’a (Yaman) dan Madinah. Lalu seseorang bertanya kepada Mustawrid; ‘Tidakkah kamu mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menyebut gelas-gelas untuk minum? Mustawrid menjawab; ‘Tidak.’ Orang itu berkata; ‘Di telaga itu gelasnya tampak seperti bintang-bintang di langit.’
(Shahih Muslim 2298-33)

حَدَّثَنَا أَبُوْ الرَّبِيعِ الزَّهْرَانِيُّ وَأَبُوْ كَامِلِ الْجَحْدَرِيُّ قَالاَ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ وَهُوَ ابْنُ زَيْدٍ حَدَّثَنَا أَيُّوْبُ عَنْ نَافِعٍ عَنِ ابْنِ عُمَرَ قَالَ:
قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ أَمَامَكُمْ حَوْضًا مَا بَيْنَ نَاحِيَتَيْهِ كَمَا بَيْنَ جَرْبَاءَ وَأَذْرُحَ

34- (2299)
Telah menceritakan kepada kami Abu Rabi’ Az Zahrani dan Abu Kamil Al Jahdarikeduanya berkata; Telah menceritakan kepada kami Hammad yaitu Ibnu Zaid Telah menceritakan kepada kami Ayyub dari Nafi’ dari Ibnu Umar Radhiyallahu’anhu dia berkata;
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesunggunya di hadapan kalian ada telaga, yang luasnya sebagaimana jarak antara Jarba dan Adzrah.”
(Shahih Muslim 2299-34)
Jarba dan Adzrah itu adalah dua desa di negeri Syam yang jarak tempuh antara keduanya memakan waktu tiga malam.

و حَدَّثَنِي حَرْمَلَةُ بْنُ يَحْيَى حَدَّثَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ وَهْبٍ حَدَّثَنِي عُمَرُ بْنُ مُحَمَّدٍ عَنْ نَافِعٍ عَنْ عَبْدِ اللهِ أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:
إِنَّ أَمَامَكُمْ حَوْضًا كَمَا بَيْنَ جَرْبَاءَ وَأَذْرُحَ فِيهِ أَبَارِيقُ كَنُجُومِ السَّمَاءِ مَنْ وَرَدَهُ فَشَرِبَ مِنْهُ لَمْ يَظْمَأْ بَعْدَهَا أَبَدًا

35- (2299)
Dan telah menceritakan kepadaku Harmalah bin Yahya Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Wahab Telah menceritakan kepadaku Umar bin Muhammad dari Nafi’ dari Abdullah Radhiyallahu’anhu :
Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya di hadapan kalian ada telaga, yang luasnya sebagaimana jarak antara Jarba dan Adzrah. Di dalamnya terdapat gelas-gelas bagaikan bintang-bintang di langit. Barang siapa yang mengambil dan meminum darinya maka setelah itu dia tidak akan pernah haus selamanya.”
(Shahih Muslim 2299-35)

وَحَدَّثَنَا أَبُوْ بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَإِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ وَابْنُ أَبِي عُمَرَ الْمَكِّيُّ وَاللَّفْظُ ِلابْنِ أَبِي شَيْبَةَ قَالَ إِسْحَقُ أَخْبَرَنَا و قَالَ الْآخَرَانِ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ عَبْدِ الصَّمَدِ الْعَمِّيُّ عَنْ أَبِي عِمْرَانَ الْجَوْنِيِّ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الصَّامِتِ عَنْ أَبِي ذَرٍّ قَالَ:
قُلْتُ يَا رَسُولَ اللهِ مَا آنِيَةُ الْحَوْضِ قَالَ وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ َلآنِيَتُهُ أَكْثَرُ مِنْ عَدَدِ نُجُومِ السَّمَاءِ وَكَوَاكِبِهَا أَلاَ فِي اللَّيْلَةِ الْمُظْلِمَةِ الْمُصْحِيَةِ آنِيَةُ الْجَنَّةِ. مَنْ شَرِبَ مِنْهَا لَمْ يَظْمَأْ آخِرَ مَا عَلَيْهِ يَشْخَبُ فِيهِ مِيزَابَانِ مِنَ الْجَنَّةِ مَنْ شَرِبَ مِنْهُ لَمْ يَظْمَأْ. عَرْضُهُ مِثْلُ طُولِهِ مَا بَيْنَ عَمَّانَ إِلَى أَيْلَةَ مَاؤُهُ أَشَدُّ بَيَاضًا مِنْ اللَّبَنِ وَأَحْلَى مِنْ الْعَسَلِ

36- (2300)
Dan telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Abu Syaibah dan Ishaq bin Ibrahim dan Ibnu Abu Umar Al Makki lafazh ini milik Ibnu Abu Syaibah. Ishaq berkata; Telah mengabarkan kepada kami. Sedangkan yang lainnya berkata; Telah menceritakan kepada kami Abdul Aziz bin Abdus Shamad Al ‘Ammi dari Abu ‘Imran Al Jauni dari Abdullah bin As Shamit dari Abu Dzar Radhiyallahu’anhu dia berkata;
‘Aku pernah bertanya; ‘Ya Rasulullah, Apakah ada gelas-gelas di dalam telaga surga? Beliau menjawab: ‘Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, sungguh gelas-gelasnya sebanyak bilangan bintang-bintang di langit pada malam yang gelap gulita. Itulah gelas-gelas di surga. Barang siapa yang minum air telaga tersebut, maka ia tidak akan merasa haus selamanya. Di telaga tersebut ada dua saluran air yang tersambung ke Surga. Barang siapa meminum airnya, maka ia tidak akan merasa haus. Lebarnya sama dengan panjangnya, yaitu seukuran antaraAmmandan Ailah. Airnya lebih putih dari pada susu dan rasanya lebih manis dari pada manisnya madu.”
(Shahih Muslim 2300-36)


حَدَّثَنَا أَبُو غَسَّانَ الْمِسْمَعِيُّ وَمُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى وَابْنُ بَشَّارٍ وَأَلْفَاظُهُمْ مُتَقَارِبَةٌ قَالُوا حَدَّثَنَا مُعَاذٌ وَهُوَ ابْنُ هِشَامٍ حَدَّثَنِي أَبِي عَنْ قَتَادَةَ عَنْ سَالِمِ بْنِ أَبِي الْجَعْدِ عَنْ مَعْدَانَ بْنِ أَبِي طَلْحَةَ الْيَعْمَرِيِّ عَنْ ثَوْبَانَ أَنَّ نَبِيَّ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:
إِنِّي لَبِعُقْرِ حَوْضِي أَذُودُ النَّاسَ ِلأَهْلِ الْيَمَنِ أَضْرِبُ بِعَصَايَ حَتَّى يَرْفَضَّ عَلَيْهِمْ. فَسُئِلَ عَنْ عَرْضِهِ فَقَالَ: مِنْ مَقَامِي إِلَى عَمَّانَ. وَسُئِلَ عَنْ شَرَابِهِ. فَقَالَ: أَشَدُّ بَيَاضًا مِنَ اللَّبَنِ وَأَحْلَى مِنَ الْعَسَلِ يَغُتُّ فِيهِ مِيزَابَانِ يَمُدَّانِهِ مِنَ الْجَنَّةِ. أَحَدُهُمَا مِنْ ذَهَبٍ وَاْلآخَرُ مِنْ وَرِقٍ

37- (2301)
Telah mengabarkan kepada kami Abu Ghassan Al Misma’i dan Muhammad bin Al Mutsanna dan Ibnu Basyar lafazh-lafazh mereka tidak jauh berbeda. Mereka berkata; Telah menceritakan kepada kami Mu’adz yaitu Ibnu Hisyam Telah menceritakan kepadaku Bapakkudari Qatadah dari Salim bin Abu Ja’ad dari Ma’dan bin Abu Thalhah Al Ya’mari dari Tsauban Radhiyallahu’anhu :
Bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Sesungguhnya aku kelak akan berada di telagaku untuk memberi minum kepada orang-orang baik. Lalu aku akan pukulkan tongkatku, sehingga air telaga memancar kepada mereka. Seseorang bertanya kepada beliau tentang luas telaga itu, maka beliau menjawab: ‘Luasnya antara tempat dudukku sampai keAmman.’ Lalu seseorang bertanya tentang airnya, maka beliau menjawab: ‘Airnya lebih putih dari pada susu, dan lebih manis dari pada madu. Di dalamnya ada dua saluran yang memancarkan air dari surga. Satu saluran terbuat dari emas dan yang satu lagi terbuat dari perak.
(Shahih Muslim 2301-37)

و حَدَّثَنِي حَرْمَلَةُ بْنُ يَحْيَى أَخْبَرَنَا ابْنُ وَهْبٍ أَخْبَرَنِي يُونُسُ عَنِ ابْنِ شِهَابٍ أَنَّ أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ حَدَّثَهُ أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:
قَدْرُ حَوْضِي كَمَا بَيْنَ أَيْلَةَ وَصَنْعَاءَ مِنَ الْيَمَنِ وَإِنَّ فِيهِ مِنَ اْلأَبَارِيقِ كَعَدَدِ نُجُومِ السَّمَاءِ

39- (2303)
Dan telah menceritakan kepadaku Harmalah bin Yahya; Telah mengabarkan kepada kami Ibnu Wahb; Telah mengabarkan kepadaku Yunus dari Ibnu Syihab bahwa Anas bin Malik Radhiyallahu’anhu Telah menceritakan kepadanya :
Bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Luas telagaku sebagaimana jarak Ailah dan Shan’a dari Yaman. Dan sungguh di dalamnya terdapat gelas-gelas bagaikan bintang-bintang di langit.”
(Shahih Muslim 2303-39)


حَدَّثَنِي الْوَلِيدُ بْنُ شُجَاعِ بْنِ الْوَلِيدِ السَّكُونِيُّ حَدَّثَنِي أَبِي رَحِمَهُ اللَّهُ حَدَّثَنِي زِيَادُ بْنُ خَيْثَمَةَ عَنْ سِمَاكِ بْنِ حَرْبٍ عَنْ جَابِرِ بْنِ سَمُرَةَ عَنْ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:
أَلاَ إِنِّي فَرَطٌ لَكُمْ عَلَى الْحَوْضِ وَإِنَّ بُعْدَ مَا بَيْنَ طَرَفَيْهِ كَمَا بَيْنَ صَنْعَاءَ وَأَيْلَةَ.كَأَنَّ اْلأَبَارِيقَ فِيهِ النُّجُومُ

44- (2305)
Telah menceritakan kepadaku Al Walid bin Syuja’ bin Al Walid As Saukani; Telah menceritakan kepadaku Bapakku -semoga Allah merahmatinya-; Telah menceritakan kepadaku Ziyad bin Khaitsamah dari Simak bin Harb dari Jabir bin Samurah Radhiyallahu’anhu dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ,
Beliau bersabda: “Aku mendahului kalian ke telaga. Sungguh jarak jauh kedua ujungnya sebagaimana antara Shan’a dan Ailah. Gelas-gelas di dalamnya bagaikan bintang-bintang.’
(Shahih Muslim 2305-44)


http://hadisbimo.blogspot.com

MALAIKAT JIBRIL & MIKAIL MEMBANTU NABI SAW DALAM PERANG UHUD

حَدَّثَنَا أَبُوْ بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بِشْرٍ وَأَبُوْ أُسَامَةَ عَنْ مِسْعَرٍ عَنْ سَعْدِ بْنِ إِبْرَاهِيمَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ سَعْدٍ قَالَ:
رَأَيْتُ عَنْ يَمِينِ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَنْ شِمَالِهِ يَوْمَ أُحُدٍ رَجُلَيْنِ عَلَيْهِمَا ثِيَابُ بَيَاضٍ مَا رَأَيْتُهُمَا قَبْلُ وَلاَ بَعْدُ يَعْنِي جِبْرِيلَ وَمِيكَائِيلَ عَلَيْهِمَا السَّلاَم

46- (2306)
Telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Abu Syaibah; Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Bisyr dan Abu Usamah dari Mis’ar dari Sa’d bin Ibrahim dari Bapaknya dari Sa’d dia Radhiyallahu’anhu berkata:
Di hari terjadinya perang Uhud, aku melihat dua orang berpakaian putih-putih. Masing-masing berada di kanan dan kiri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang aku tidak pernah melihat keduanya sebelum dan sesudah itu. Mereka ialah Jibril dan Mikail ‘alaihimas salam.
(Shahih Muslim 2306-46)

و حَدَّثَنِي إِسْحَقُ بْنُ مَنْصُورٍ أَخْبَرَنَا عَبْدُ الصَّمَدِ بْنُ عَبْدِ الْوَارِثِ حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ سَعْدٍ حَدَّثَنَا سَعْدٌ عَنْ أَبِيهِ عَنْ سَعْدِ بْنِ أَبِي وَقَّاصٍ قَالَ:
لَقَدْ رَأَيْتُ يَوْمَ أُحُدٍ عَنْ يَمِينِ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَنْ يَسَارِهِ رَجُلَيْنِ عَلَيْهِمَا ثِيَابٌ بِيْضٌ يُقَاتِلاَنِ عَنْهُ كَأَشَدِّ الْقِتَالِ مَا رَأَيْتُهُمَا قَبْلُ وَلاَ بَعْدُ

47- (2306)
Dan telah menceritakan kepadaku Ishaq bin Manshur telah mengabarkan kepada kami Abdus Shamad bin Abdul Warits telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Sa’adtelah menceritakan kepada kami Sa’d dari Bapaknya dari Sa’d bin Abu Waqqash Radhiyallahu’anhu , dia berkata:
“Sungguh aku melihat pada hari terjadinya perang Uhud dua orang laki-laki berpakaian serba putih. Masing-masing berada di kanan dan di kiri beliau. Keduanya ikut berperang dengan gagah berani. Aku tidak pernah melihat keduanya sebelum dan sesudah itu.”
(Shahih Muslim 2306-47)


http://hadisbimo.blogspot.com

KEBERANIAN DAN KEUNGGULAN NABI SAW DALAM PEPERANGAN

حدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى التَّمِيمِيُّ وَسَعِيدُ بْنُ مَنْصُورٍ وَأَبُو الرَّبِيعِ الْعَتَكِيُّ وَأَبُو كَامِلٍ وَاللَّفْظُ لِيَحْيَى قَالَ يَحْيَى أَخْبَرَنَا وَقَالَ اْلآخَرَانِ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ عَنْ ثَابِتٍ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ:
كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَحْسَنَ النَّاسِ وَكَانَ أَجْوَدَ النَّاسِ وَكَانَ أَشْجَعَ النَّاسِ وَلَقَدْ فَزِعَ أَهْلُ الْمَدِينَةِ ذَاتَ لَيْلَةٍ فَانْطَلَقَ نَاسٌ قِبَلَ الصَّوْتِ فَتَلَقَّاهُمْ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَاجِعًا وَقَدْ سَبَقَهُمْ إِلَى الصَّوْتِ وَهُوَ عَلَى فَرَسٍ ِلأَبِي طَلْحَةَ عُرِيَ فِي عُنُقِهِ السَّيْفُ وَهُوَ يَقُولُ لَمْ تُرَاعُوا لَمْ تُرَاعُوا, قَالَ وَجَدْنَاهُ بَحْرًا أَوْ إِنَّهُ لَبَحْرٌ قَالَ وَكَانَ فَرَسًا يُبَطَّأُ